Site Loader

5G atau Fifth
Generation (generasi kelima) adalah sebuah istilah yang digunakan
untuk menyebut generasi kelima sebagai fase berikutnya dari standar
telekomunikasi seluler meleibih standar 4G. Teknologi
generasi kelima ini direncanakan akan resmi diliris untuk sistem operasi seluler pada 2020, sehingga saat ini
masih terlalu dini untuk mengetahui akan seperti apa teknologi 5G tersebut.

Beberapa tahun belakang ini telah menjadi isu
yang menarik tentang generasi ke lima (5G) untuk kemudian menjadi sebuah
standar telekomunikasi yang baru. Seperti telah kita ketahui tentang Long-term Evolution (LTE) yang menjadi bagian dari
generasi ke empat (4G)

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Dalam teknologi 5G, data
akan dikirimkan melalui gelombang radio. Gelombang radio akan terbagi menjadi frekuensi-frekuensi yang berbeda. Setiap frekuensi disiapkan untuk
tipe komunikasi yang berbeda,
seperti aeronautical dan sinyal navigasi maritim, siaran televisi, dan mobile
data. Penggunaan
frekuensi-frekuensi ini diregulasikan oleh International
Telecommunication Union (ITU). ITU telah merestrukturasi bagian-bagian gelombang
radio secara komprehensif untuk mentransmisikan data sambil mengembangkan
teknologi komunikasi yang sudah ada termasuk 4G dan 3G.

Berdasarkan pada kongres
Mobile World Congress (MWC) yang dihadiri oleh Nokia, Huawei, dan Ericsson di
Barcelona, teknologi 5G masih belum dapat dipastikan tanggal rilisnya karena
masih dalam tahap pengembangan. Namun, Nokia dan operator Jepang NTT DoComo
berasumsi bahwa teknologi 5G akan diliris pada Tokyo Olympics tahun 2020.

Di Korea Selatan, teknolgi 5G ini sedang dikembangkan dan diprediksi kecepatan
maksimalnya dapat mencapai 100 kali lebih cepat dibanding teknologi 4G, atau lebih tepatnya
10Gbps (10 Giba bit per detik). Rencananya, jaringan 5G akan mulai diterapkan
di Korea Selatan pada tahun 2017 dan baru dapat digunakan secara komersial pada
tahun 2020.

 

Konsep Telepon
seluler 5G  adalah sebuah konsep teknologi yang akan
memiliki software yang mendefinisikan skema radio dan modulasiseperti halnya skema
pengontrol kesalahan terbaru ( New Error-Control Schemes )
yang dapat didownload melalui internet. Pengembangan ini terlihat sudah menuju ke arah pengguna koneksi
sebagai fokus dari konsep Telepon seluler 5G ini. Koneksi tersebut mampu
mengakses ke teknologi nirkabel yang berbeda pada waktu yang sama dan koneksi
mampu menggabungkan arus yang berbeda dari teknologi-teknologi yang berbeda
pula. Dalam teknologi 5G, setiap jaringan akan bertanggung jawab dalam
menangani pergerakan pengguna, sementara koneksi akan menentukan pilihan
terakhirnya antara nirkabel yang berbeda dan penyedia layanan jaringan akses
seluler untuk pelayanan tertentu. Pilihan tersebut akan didasarkan pada middleware yang terpasang di telepon seluler.

 

Hanya berselang 5
tahun sejak smartphone 4G pertama kali dirilis di pasar, teknologi jaringan
kini telah bersiap memasuki 5G.

Saat ini, teknologi 5G ini masih sebuah
konsep yang memiliki tujuan utama:
-) Kecepatan data yang lebih signifakan dari 4G.
-) Memiliki transfer data dari satu telepon ke telepon lain dengan kecepatan
satu mili detik.
-)  Dapat terkoneksi dengan alat seperti telepon, peralatan rumah
tangga, dan mobil.

Di Korea
Selatan, tahun 2017 ini teknologi 5G baru mulai diterapkan
lohh.. Dan dapat digunakan secara komersial masyarakat luas pada tahun 2020. 5G
ini sedang dikembangkan dan diprediksi kecepatan maksimalnya dapat mencapai 100
kali lebih cepat dibanding teknologi 4G,
atau lebih tepatnya 10Gbps.
       Bagaimana dengan di Indonesia? Itu
semua tergantung penyebaran 4G ke seluruh Indonesia. Sebab masih banyak
masyarakat yang tetap setia menggunakan ponsel 2G.  Jika masyarakat
berhasil diajak berpindah ke 4G. Spektrum yang digunakan untuk jaringan 2G
dapat dimaksimalkan untuk 4G. Sehingga ketika 5G datang, dapat langsung
diterapkan tanpa perlu penantaan. Kita doakan saja semoga 5G ini akan cepat
terpasang di Indonesia tercinta!

 

Beberapa operator seluler sedang mengembangkan
teknologi 5G. Terdapat banyak rintangan yang dihadapi sebelum lambang 5G
benar-benar terealisasi dan muncul di layar smartphone. Tinggal menghitung
waktu, dalam waktu dekat kita akan segera merasakan teknologi jaringan 5G
tersebut. Pengguna 4G bertumbuh pesat belakangan ini. Dengan teknologi 4G,
pengguna mampu melakukan streaming video di smartphone. Dalam waktu dekat, kita
akan melihat seperti apa 5G sebagai penerus 4G.

Huruf G pada 3G, 4G, dan 5G merupakan
singkatan dari generation (generasi). 5G akan menjadi generasi kelima dalam hal
teknologi jaringan. Standarisasi untuk 5G belum ditentukan. Bill Smith,
presiden AT&T divisi operasi jaringan, 5G  akan ditetapkan pada 2018,
dan standarisasi 5G akan dilakukan pada 2019 oleh ITU (Uni Telekomunikasi
Internasional), yang berbasis di Amerika Serikat. Proses tersebut akan
mengklasifikasikan teknologi jaringan seperti apa yang bisa disebut 5G,
seperti, atau dari segi kecepatan yang dimiliki oleh sebuah jaringan. dari segi
karakteristik

Mungkin saat ini masih terlalu dini untuk
menebak seperti apa teknologi 5G itu. Akan tetapi, beberapa hal yang pasti akan
terjadi adalah, 5G memiliki kecepatan yang luar biasa, lebih “smart” dan lebih
hemat daya dibandingkan dengan teknologi 4G, menciptakan lebih banyak perangkat
nirkabel (wireless). 5G dicanangkan akan mampu menciptakan lebih banyak
smartphone dengan koneksi kencang, lebih banyak perangkat smarthome, serta
perangkat nirkabel yang lebih tahan lama.

hasil percobaan yang sedang dilakukan bisa
saja sangat jauh berbeda dengan kenyataan yang akan terjadi di lapangan
nantinya. Yang pasti, kecepatan di lapangan akan lebih kecil dibandingkan
dengan hasil yang dijanjikan saat percobaan. Hal ini tentu saja dipengaruhi
oleh banyak faktor, terutama faktor lingkungan.

Karakteristik lain dari 5G adalah memiliki
latency yang sangat rendah. Hal ini berarti akan mengurangi waktu yang
dibutuhkan jaringan untuk melakukan respon, seperti respon dalam hal memuat
konten website, aplikasi, video, atau chat.

Uji coba yang sedang dilakukan terhadap 5G,
menggunakan frekuensi yang sangat tinggi, yaitu 73.000 MHz. Ponsel saat ini
memancarkan signal di rentang frekuensi 700 MHz – 3.500 MHz. Keuntungan dari
signal dengan frekuensi tinggi adalah mampu menghadirkan kecepatan data yang
lebih besar. Akan tetapi, kekurangan yang sangat signifikan adalah jarak yang
bisa ditempuh frekuensi tinggi adalah sangat pendek dan lebih sulit untuk
menembus tembok. Hal ini berarti akan muncul ribuan, bahkan jutaan BTS mini,
atau mungkin “smart cells” akan ditempatkan di setiap menara, bangunan, rumah,
bahkan setiap ruangan.

Hal tersebut menjadi permasalahan utama.
Bagaimana solusi yang bisa dihadirkan perusahaan ponsel untuk melakukan proses
data. Ada beberapa perusahaan seperti Google, yang baru saja mengakuisisi
Alpental, yang diisukan bisa mengatasi solusi akan permasalahan tersebut. Akan
tetapi, langkah tersebut masih belum terlalu tepat, menurut Akshay Sharma,
analis infrastruktur jaringan nirkabel di Gartner.

Itulah sebabnya mengapa 5G digadang hanya akan
mampu melengkapi 4G, bukan menggantikan posisi 4G di teknologi jaringan
seluler. Di dalam sebuah bangunan atau area yang padat, 5G mungkin mampu
memberikan kecepatan super. Tapi, saat berkendara di jalan raya atau jalan tol,
4G menjadi satu-satunya pilihan, setidaknya fakta tersebut yang akan terjadi
hingga solusi akan permasalahan 5G bisa diatasi.

Belum bisa dipastikan kapan tepatnya teknologi
5G dirilis. Uji coba 5G telah disepakati akan dilakukan di Korea Selatan pada
Olimpiade Musim Dingin, dan pengembangan massal akan dimulai pada 2020.

Pihak Verizon mengutarakan, teknologi 5G akan
diusahakan bisa rilis lebih awal dari yang direncanakan, yaitu pada tahun 2017.
Dengan semua pertanyaan dan gagasan yang harus direalisasikan, akan menjadi
sangat mungkin apa yang sedang diusahakan pihak Verizon bisa terealisasi. Dari
pihak produsen smartphone juga akan segera mengembangkan chip yang mampu
menerima dan memancarkan signal 5G, dengan biaya produksi yang tidak terlalu
tinggi tentunya.

Teknologi Radio telah dibuktikan evolusi yang
cepat dan multi dengan peluncuran sistem seluler analog pada 1980-an. Setelah
itu, sistem komunikasi nirkabel digital yang konsisten pada misi untuk memenuhi
pertumbuhan kebutuhan manusia (1G… 4 G, atau sekarang 5 G).

Model 5G

Penelitian
tentang 4G saat ini sudah hampir pada tahap akhir, implementasi di beberapa
negara sudah mulai dilakukan. Beberapa peneliti sekarang sedang memikirkan
untuk generasi yang akan datang yaitu 5G (Fifth Generation). Konsentrasi
terhadap teknologi ini adalah dengan menghasilkan kecepatan data yang sangat
tinggi dan latency yang sangat rendah. Berikut merupakan beberapa target yang
ingin dicapai pada generasi kelima ini.

1. Arsitektur Perangkat yang terpusat.
Base station secara arsitektur harus terpusat untuk komunikasi selular. Dengan
mempertimbangkan konsep uplink dan downlink, sistem kontrol dan kanal data
serta dapat memberikan informasi tentang prioritas routing antar node.

1.      
Milimeter Wave (mmWave)
Ketika saat ini penggunaan spektrum frekuensi menjadi sangat langka, terutama
di indonesia dengan banyaknya operator telekomunikasi. Salah satu solusinya
adalah dengan menggunakan mmWave. Teknologi mmWave telah di standarkan untuk
komunikasi layanan jarak pendek (IEEE 802.11ad) dan dapat digunakan untuk backbone
jaringan komunikasi.

2.      
Massive MIMO
Massive Multiple Input Multiple Output (MIMO) diajukan dengan menggunakan
banyak antena sehingga kanal semakin besar, komunikasi dengan beberapa
perangkat dapat terjalin dengan baik. Fokus dari massive mimo adalah pengaruh
energi yang dihasilkan menjadi lebih kecil untuk komunikasi intra dan
intercell.

3.      
Perangkat yang lebih Pintar
Pada generasi sebelumnya perangkat dibuat hanya memikirkan pada generasi
tertentu saja, sehingga komunikasi antara generasi satu dengan generasi yang
lain tidak dapat terjalin dengan baik. Pada generasi kelima ini, diharapkan
perangkat dapat berkomunikasi dengan beberapa layer yang berbeda dari protokol
stack.

4.      
Komunikasi mesin ke mesin (M2M Communication)
Komunikasi mesin ke mesin pada generasi kelima meliputi 3 dasar kebutuhan dari
teknologi terkini dan teknologi yang lalu : mendukung layanan massive nomor
untuk perangkat dengan kecepatan yang rendah, mempertahankan kecepatan minimal
data untuk segala kondisi dan mampu mempertahankan delay yang sangat rendah
untuk berkirim data.

 Arsitektur Perangkat Terpusat

Perangkat selular saat ini didesain
untuk komunikasi langsung berhubungan dengan Radio Access Network dengan
menggunakan “sel”, perangkat memperoleh layanan dengan proses downlink dan
uplink, sistem kontrol dan lalu lintas data, dengan Base Station sebagai
informasi terpusatnya. Paradigma ini yang coba akan dirubah untuk teknologi 5G,
berikut :

·        
Hutan tower saat ini telah
dirasakan oleh kita bersama, karena banyaknya operator yang mendirikan tower
komunikasi untuk base station. Penyebaran BTS untuk teknologi 5G, diharapkan
komunikasi antar BTS dapat terjalin dengan baik, BTS sudah harus mampu
meneruskan informasi tanpa harus berkomunikasi dengan tingkatan yang lebih
tinggi misalnya MSC.

·        
Kebutuhan spektrum frekuensi
tidak mungkin menggunakan alokasi pada frekuensi yang sekarang. Spektrum
frekuensi harus mampu mengakomodasi banyaknya perangkat. Oleh karena itu solusi
dari mmWave dengan menggunakan frekuensi tinggi diharapkan mampu menjadi solusi
terbaik.

·        
Komunikasi koperatif,
merupakan perkembangan dari komunikasi nirkabel, teknik yang digunakan pada
koperatif sangat menguntungkan dari sisi diversitas gain, sehingga BER semakin
kecil. beberapa skema seperti Cooperative Multipoint (CoMP) dan beberapa
strategi relay menjadi bagian yang penting dari fungsi kooperatif.

·        
Network Coding, tidak hanya
menggunakan spektrum yang tinggi untuk mendapatkan jumlah user yang banyak,
akan tetapi perlu adanya efiesiensi penggunaan throughput, sehingga jumlah user
dengan bandwidth yang terbatas dapat diatas. Network coding merupakan teknik
yang menggunakan node tengah sebagai media perantara antara source dan
destination.

Standar 5G dari METIS

Mobile and wireless communications
Enablers for Twenty-twenty (2020) Information Society (METIS), merupakan salah
satu project konsorsium untuk standarisasi teknologi 5G, pendekatan teknologi
ini berbasis dari evolusi teknologi yang telah ada untuk didesain menjadi
konsep radio baru, berikut konsep yang dikembangkan dari METIS : Massal MIMO,
Ultra Jaringan Padat, Jaringan Bergerak, Perangkat ke Perangkat, Ultra
kehandalan, dan Massal komunikasi antar mesin.

Perkembangan sosial masyarakat telah
berkembang kepada komunikasi jaringan nirkabel. Beberapa jenis lalyanan
komunikasi seperti e-banking, e-learning, e-health dan lain-lain telah
mendorong berbagai teknologi untuk mengakomodasi. Tidak sampai disana,
permintaan masyarakat terhadap perkembangan informasi data dan hiburan
(streaming) menjadi hal yang mutlak saat ini, sehingga kualitas layanan tidak
dapat diabaikan begitu saja oleh pengelola operator telekomunikasi.

Lebih jauh akan diprediksi bahwa manusia
akan menjadi pusat informasi itu sendiri (human-centric), dengan menggunakan
perangkat komunikasi yang mengakibatkan komunikasi antar mesin semakin
meningkat. Istilah lain yang lebih populer adalah Internet of Things (IoT),
yang mempunyai prinsip lebih efisien, lebih nyaman dan lebih aman. Diperkirakan
total pengguna yang terhubung dengan perangkat sekitar 50 milyar pada tahun
2020.

Roadmap 5G by METIS

METIS mendeskripsikan tentang teknologi
5G dilihat dari penyerapan pasar, kondisi sosial masyarakat, di sisi teknikal,
dan kemampuan ekonomi dibagi menjadi

1. Komunikasi Perangkat ke Perangkat.

2. Massive Machine Communication (MMC)

3. Moving Networks (MNs)

4. Ultra Dense Network (UDNs)

5. Ultra-reliable Communication (URC)

Dalam melakukan migrasi
ke dalam teknologi 5G bukan perkara yang mudah, hal ini harus jelas didukung
oleh perangkat teknologi akses radio yang mendukung. Sehingga akan berdampak
pada pendapatan operator global serta interoperabilitas yang lebih baik dan
menguntungkan. Untuk mencoba teknologi 5G pada semua perangkat teknologi akses
radio diperlukan suatu plaform yang unik. Salah satu contoh platform yang unik
adalah IP Flat network, tentunya platform ini adalah
cikal bakal dari 5G untuk terintergrasi dengan semua jenis teknologi yang sudah
ada saat ini. Dalam memenuhi permintaan pelanggan secara real time untuk
mengakses aplikasi data yang besar melalui jaringan mobile broadband. Maka
operator nirkabel harus beralih ke aksitektur IP Flat network.  Arsitektur
ini akan menyediakan cara tersendiri untuk mengindentifikasi perangkat
menggunakan nama simbolik tertentu, tidak seperti arsitektur hirarki yang
digunakan pada IP Address.

Teknologi 5G sedang
dikembangkan untuk dapat mengakomodasi Qos (Quality of Service)
dan menunjang persyaratan lebih lanjut untuk aplikasi masa datang seperti akses
broadband nirkabel, MMS, video chat, mobile TV, konten HDTV, Digital Video Broadcasting (DVB), layanan minimal
seperti suara dan data serta layanan lain yang membutuhkan kapasitas bandwidh
yang besar. Definisi 5G adalah untuk menyediakan cakupan RF yang memadai, lebih
banyak bits/Hz untuk melakukan interkoneksi semua jaringan heterogen nirkabel
untuk memberikan kelancaran dan ke stabilan dalam melakukan hubungan
telekomunikasi kepada pelanggan.

Evolved packet core
adalah suatu jaringann inti bebasis IP yang didefinisikan oleh 3GPP ( standart
Telekomunikasi) untuk digunakan dengan LTE dan akses teknologi lainnya. Tujuan
dari EPC ini adalah untuk menyediakan semua arsitektur secara sederhana dan
efisien dari jaringan IP inti untuk memberikan akses ke berbagai layanan yang
disediakan oleh IMS (IP Multimedia subsytem). Pada
dasarnya EPC terdiri dari sebuah mobility management entity (MME)
& Akses routing gateway dari user
datargram.

inisiatif jaringan 5G dimulai pada 2012.
Ketika itu, International Telecommunications Union (ITU) mengadakan gelaran
‘International Mobile System Beyond 2020’.

Pada tahun yang sama, Pemerintah Inggris
membuka pusat penelitian di Universitas Surrey. Tempat ini dibangun sebagai
untuk menguji kecepatan layanan 5G.

Sementara itu pada 2015, Pemerintah China,
Jepang, dan Korea Selatan menanamkan investasi sebesar USD3-4 miliar untuk
menguji layanan 5G di negara masing-masing.

Konsensus global pada
2015 memutuskan bahwa 5G telah identik dengan 10 kecepatan data 10 GB per second dengan
menggunakan spektrum 28 GHz.

Hingga saat ini, beberapa perusahaan
teknologi telah melakukan uji coba layanan 5G. Salah satu perusahaan tersebut
adalah AT&T yang telah memulai pengujian 5G di Texas.

Nokia (NOK), salah satu perusahaan yang
melakukan uji coba 5G, yakin bahwa 5G mampu menghadirkan kecepatan hingga 100
Mbps pada situasi traffic jaringan yang sangat padat. 4 kali lebih cepat
dibandingkan dengan kecepatan maksimal 4G.

Tiongkok
Menjadi Pelopor Teknologi 5G di Dunia

Pelopor Pengembangan
5G

Uji coba teknologi 5G
yang dilakukan Tiongkok ini merupakan uji coba yang ketiga kalinya. Sebelumnya,
pada awal tahun ini, Tiongkok juga melakukan tahap kedua penelitian dan
pengembangan ini. Banyak peneliti teknologi yang menyatakan bahwa Tiongkok akan
menjadi pelopor pengembangan teknologi 5G di dunia. Wah, hebat ya!

Rangkuman

Hanya berselang 5
tahun sejak smartphone 4G pertama kali dirilis di pasar, teknologi jaringan
kini telah bersiap memasuki 5G. inisiatif jaringan 5G dimulai pada 2012.
Ketika itu, International Telecommunications Union (ITU) mengadakan gelaran
‘International Mobile System Beyond 2020’. 5G menjadi the next generation after 4G

Dapat
di gunakan oleh komersial masyarakat luas pada tahun 2020.diprediksi kecepatan
maksimalnya dapat mencapai 100 kali lebih cepat dibanding teknologi 4G,
atau lebih tepatnya 10Gbps.Karakteristik lain dari 5G adalah dengan
menghasilkan kecepatan data yang sangat tinggi dan latency yang sangat rendah. melakukan migrasi ke
dalam teknologi 5G harus jelas didukung oleh perangkat teknologi akses radio
yang mendukung.

Dalam teknologi 5G, data
akan dikirimkan melalui gelombang radio.Nokia (NOK), salah
satu perusahaan yang melakukan uji coba 5G dan uji coba di tiongkok merupakan
uji coba yang ketiga kalinya

 

 

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Erica!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out