Site Loader

Maslahah adalah salah satu term hukum Islam yang sudah populer dikalangan umat Islam pada umumnya dan ahli ushul fiqh khususnya. Dalam penggunaannya, maslahah sebagai bagian dalam hukum Islam tetap menghadirkan pro dan kontra di kalangan Ulama, mulai dari ushul fiqh masih berada pada masa sahabat sampai pada masa ulama kontemporer seperti saat ini. Salah satu ulama kontemporer yang ikut memberikan warna dalam penggunaan maslahah adalah Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi.
Maslahah yang dimaksud al-Buthi sedikit berbeda dengan maslahah menurut al-Ghazali – menarik kebaikan dan menolak kemudharatan – sedangkan Menurut al-Buthi maslahah adalah menjaga atau memelihara tujuan syariah, diantara tujuan syariah yang berhubungan dengan manusia ada lima, yakni memelihara agama, jiwa, akal, nasab (keturunan) dan harta. Maka setiap tindakan yang mencerminkan pemeliharaan atas lima pokok dasar tersebut disebut dengan maslahah, dan setiap tindakan yang menafikan lima pokok dasar tersebut disebut dengan mafsadat.
Dalam perkembangannya, banyak orang yang kemudian dianggap memanfaatkan maslahah untuk berpaling dari syari’at, ditengah-tengah kecenderungan yang demikian, al-Buthi dalam desertasinya yang berjudul dhawabit al-naslahah, mencoba untuk memberikan standar (batas-batas) maslahah, agar tidak keluar dari koridor syari’ah. Menurutnya, pintu ijtihad tidak akan pernah tertutup, karena Allah sangat menghargai kemaslahatan. Namun, kemaslahatan tidak boleh bebas tak terbatas. Oleh karena itu, al-Buthi berpendapat bahwa maslahah bisa dijadikan sebagai dalil hukum, jika memenuhi lima kriteria, diantaranya: maslahah harus dalam ruang lingkup tujuan syari’ah, maslahah tidak boleh bertentangan dengan al-Quran, tidak boleh bertentangan dengan sunnah Nabi Muhammad Saw., tidak boleh bertentangan dengan qiyas dan tidak menyalahi maslahah yang setingkat atau yang lebih tinggi.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Erica!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out