Site Loader

transportasi didefinisikan sebagai
suatu sistem yang terdiri dari fasilitas tertentu beserta arus dan sistem
control yang memungkinkan orang atau barang dapat berpindah dari suatu temapat
ke tempat lain secara efisien dalam setiap waktu untuk mendukung aktivitas
manusia (Papacostas, 1987). Seiring berjalannya waktu trasportasi digunakaan
dalam dua jenis, yaitu sebagai pribadi maupun sebagai transportasi umum. Dan
saat ini sendiri transportasi umum dibagi menjadi dua, transportasi
konvensional maupun transportasi online. 

Sebenarnya, faktor masuknya transportasi
online di Indonesia itu karena
kemajuan masyarakat yang cenderung ingin yang praktis, dari situlah beberapa
pengusaha yang bergerak dalam bidang teknologi ingin menciptakan aplikasi yang dapat
diunduh (Hadiansah, 2017). Faktor lain yang membuat transportasi online ini masuk ke Indonesia adalah
masyarakat  kurang merasa aman ketika berada
di transportasi umum karena banyaknya copet yang berkeliaran, maraknya
pelecehan seksual, dan lain sebagainya.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Dari munculnya transportasi online di Indonesia sejak 2015,
menyebabkan banyak terjadinya pro dan
kontra terhadap kalangan supir ojek online. Hal ini disebabkan karena
pemerintah belum memliki peraturan yang pasti bagi ojek online.  Pada
tanggal 9 Novemer 2015 Mentri Perhubungan Ignasius Jonan mengeluarkan
surat pemeritahuan UM.3012/1/21/Phb/2015
yang berisi larangan beroperasinya ojek online
dengan alasan bahwa ojek onlne tidak tercantum sebagai transportasi umum
didalam Undang-Undang (Widyanisa, Atikah. 2017). Hal tersebut mendapat banyak
protes dari masyarakat umum sehingga beliau mencabutnya kembali surat
pemberitahuan tersebut.

Protes
masyarakat umum itu sendiri karena dengan adanya ojek online ini dapat mempermudah transportasi seseorang agar lebih
praktis dan lebih aman tentunya karena data dari driver itu telah dimiliki
perusahaan sehingga ketika terjadi suatu kejahatan yang dilakukan oleh driver
kita dapat melaporkannya dengan mudah, berbeda dengan ojek konvensional yang
kita tidak kenal drivernya dan ketika terjadi kejahatan sulit untuk
melaporkannya. Selain itu, ojek online
dinilai lebih murah dibanding dengan ojek konvensional.

Menurut
saya sebagai pengguna jasa ojek online
merasa keberadaan ojek online di
daerah kota tidak perlu jadi permasalahan karena ini adalah mengenai
perkembangan zaman dan seharusnya dari pihak ojek konvensional dapat bersatu
dengan perusahaan ojek online.
Sebagaiman yang dikatakan Azas Tigor Nainggolan, bahwa “seharusnya pemerintah
tidak perlu merevisi Peraturan Mentr Perhubungan  Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan
Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Tidak Dalam Trayek. Sebenarnya untuk
mencari solusi atas masalah pertentangan dengan ojek online adalah dengan adanya kolaborasi antara ojek konvensional
dengan ojek online”. Tetapi saya
masih memperatanyakan bagaimana nasib ojek konvensional yang buta akan
teknologi?

Sedangkan
jika  keberadaan ojek online itu  berada di daerah kecil saya pastinya tidak
menyetujui karena keberadaannya dapat merampas pekerjaan para ojek
konvensional. Hal ini karena jumlah penduduk didaerah yang masih berjumlah
berjumlah sedikit dan penduduknya masih berasal dari daerah tersebut saja. Seperti
yang dikatakan Ketua Organisasi Angkutan Darat Kabupaten Garut, kehadiran ojek online menjadi pesaing bagi pengusaha
transportasi yang sudah lama hadir.

Dengan
demikian,dapat diambil kesimpulan bahwa ojek online merupakan transportasi yang
ada karena kebutuhan masyarakat. Kebutuhan tersebut berasal dari beberapa
faktor, mulai dari kepraktisannya, keamanan, kenyamanan, dan lain lain. Timbulnya
faktor tersebut karena dari adanya kemajuan zaman terutama dalam bidang
teknologi yang sangat cepat. Sering kali kita lihat maupun dengar tentang
perseteruan antara ojek daring (online) dengan ojek konvensional (umum).
Perseteruan itu sebenarnya terjadi karena beberapa faktor, yaitu kurangnya
pendapatan yang dihasilkan oleh para ojek konvensional setelah adanya ojek
online. Kurang setujunya para supir ojek konvensional mengenai kemajuan
teknologi dimana hampir kebanyakan supir ojek konvensional belum melek akan
teknologi. karena ojek online di Indonesia merupakan hal yang masih baru, sering
diasumsikan bahwa sesuatu yang baru itu pasti masih memiliki kekurangan, maka
solusi dari perseteruan ini adalah dengan menyatukan kedua belah
pihak(Adiansah, 2017). Kolaborasi ini dapat dilakukan sesuai apa yang dilakukan
oleh Grabtaxi pada saat awal masuk ke negara Indonesia. 

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Erica!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out