Site Loader

Wilayah Indonesia terdiri dari ±1,9 juta km²
daratan dengan jumlah pulau ±17.499 dan panjang garis pantai ±80.791 km serta sekitar ±3,2 juta
km² laut yurisdiksi (laut yang terluas di dunia)  ditambah ±2,9 juta km² luas Zona Ekonomi
Ekslusif (ZEE)  dari data tersebut dengan
demikian dapat disebut  bahwa Indonesia
sebagai negara kelautan terbesar di dunia.

Indonesia juga mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah baik
di darat, laut, maupun udara, terutama
sumber daya kelautan yang belum dikelola, digali dan dimanfaatkan secara
maksimal. Potensi
sumber daya kelautan Indonesia dengan luas laut hampir 70% dari luas
keseluruhan luas negara Indonesia umumnya dilaksanakan segi pembangunan
diantaranya: a) sumber daya yang dapat diperbaharui  seperti: perikanan, hutan mangrove, terumbu
karang, industri bioteknologi kelautan, dan pulau-pulau kecil; b) Sumber daya
yang tidak dapat diperbaharui diantaranya: minyak bumi dan gas, bahan tambang,
dan mineral lainnya serta harta karun; c) energi kelautan seperti pasang surut,
gelombang, angin, OTEC (Ocean Thermal
Energy Conversion); dan d) jasa-jasa lingkungan seperti; pariwisata,
perhubungan dan kepelabuhan.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Secara bentuk, negara Indonesia merupakan
negara kepulauan (archipelagic state)
yang telah diakui oleh rezim internasional. Pemerintahan President Joko Widodo
dalam 7 misi diantaranya misi ketiga yaitu “Mewujudkan politik luar negeri
bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.” Dan misi keenam
yaitu “Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan
berbasiskan kepentingan nasional.” Di sini sudah jelas bahwa masa pemerintahan
presiden Joko Widodo menginginkan Indonesia sebagai negara maritim, yang kemudian diejawantahkan  dengan mengeluarkan Perpres nomor 16 tahun
2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia.

Poros Maritim
Dunia pertama diinisasi ke
dunia internasional di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-9 East Asia Summit
(EAS) di Nay Pyi Taw, Myanmar cenderung mengarah ke perkembangan sektor maritim
dengan mempertimbangkan lima pilar kebijakan poros maritim dunia yaitu 1)
Membangun kembali budaya maritim; 2) Tata kelola maritim (ekonomi maritim); 3)
mendorong pengembangan infrastruktur dan konektifitas maritim; 4) Diplomasi
Maritim; 5) penguatan keamanan pertahanan maritim. PMD merupakan strategi dalam mewujudkan Indonesia
sebagai negara maritim.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Erica!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out